Tuesday, March 17, 2009

LELAKI YANG MENGUBAH JALAN HIDUPNYA

Selasa sore itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1427H saat berkumpul kembali di rumah sang Murabbi ditunjukkanlah saya dan teman2 sebuah album foto. Kami sangat takjub melihat foto2 yg ada di dlm album itu. Itu merupakan foto jadul berisi ttg aktivitas SDI (studi Dasar Islam) SMA 43 angkatan saya sekitar tahun 1997-an. Saat itu saya sendiri tidak ada dalam foto itu tapi banyak teman yang sangat familiar bagi saya. Terlihatlah wajah2 para sahabat saya. Saat mereka dengan semangatnya mengikuti acara SDI dengan penuh suka cita. Saat tempat yang seadanya tak menghalangi tekad mereka untuk mengadakan perubahan diri bersama Rohis. Saat wajah-wajah itu masih murni dan sinar cahaya Ilahi akan menghampiri mereka sebentar lagi….

Lalu berbagai komentar pun meluncur dari lisan2 kami…

“ Ya Alloh, ini khan si fulan..”

“ Dia ternyata anak Rohis ya…?”

“ Ya Alloh, masa bahagia ini…”

Mungkin tak sedikit dari kami yang kemudian teringat kembali akan episode2 masa lalu kami bersama Rohis…hingga saya pun terinspirasi untuk membuat tulisan ini

yang merupakan rasa bangga saya sekaligus kehilangan saya atas teman2 yang datang dan pergi….

Lelaki itu pernah menjadi idola di sekolah. Dia juga pernah menjalani hidup sebagai model di Catwalk. Dia selalu membuat hati wanita menjadi bergetar bila berdekatan dengannya. Dia yang dulu menilai bahwa anak Rohis di zaman itu adalah “manusia aneh”. Hubungannya dengan Pembina Rohis pun tak harmonis kala itu karena masalah pelajaran yang tak disukainya. Tapi dia tetap masuk Rohis karena kakak2nya adalah aktivis Rohis. Yang disukanya dari Rohis adalah rasa ukhuwah yang dinilainya saat tinggi. Namun…. Allah lebih berkuasa atas dirinya daripada dia sendiri. Hidayah-Nya tak dapat ditolak oleh siapaun pun tak bisa sembarang orang mendapatkannya. Lelaki itu pun mengubah jalan hidupnya… Tanpa disangkanya dewan alumni memilihnya menjadi Ketua Rohis!! Dia terkejut melebihi keterkejutan teman2nya yg tak pernah menyangka dia akan menjadi Ketua Rohis. Dia tidak diprediksikan saat itu, ada calon lain yang lebih dijagokan. Tetapi sekali lagi ALLAH lah Sang Maha Berkehendak. Saat itulah mulai menjadi momen perubahan bagi dirinya. Segalanya berubah begitu drastis. Dia yang seolah terlahir kembali saat hidayah itu datang, saat menjadi orang pertama di Rohis. Diapun tak kecewa saat Pembina Rohis tak menganggapnya lagi karena kecewa dengan terpilihnya dia sebagai ketua Rohis. Dia hanya berusaha untuk ikhlas dan mengemban amanah dengan sebaiknya. Juga tak terhitung berapa banyaknya air mata yang keluar saat dirinya tak dianggap oleh para pembina, tapi dia selalu mengadukan semua masalahnya kepada sang Murabbi dan Allah saja. Hingga segalanya pun berbuah manis. Saat hidayah itu selalu dia pertahankan dari serangan kefasikan dan kemunafikan. Selepas SMA dia mulai menjadi pembicara di berbagai forum kajian Islam yang memang sudah dirintisnya dari SMA. Dia pun punya beberapa halaqoh yang dibinanya. Dan para pembina itu sampai sekarang selalu membutuhkan dirinya untuk membantu adik-adiknya di Rohis. Tetapi kesibukan kerja menjadi penghalang baginya, namun bila ada undangan dari adik2 di almamaternya unttuk mengisi suatu kajian tak akan dia menolaknya. Baginya Rohis 43 mempunyai prioritas tersendiri. Karena di Rohis 43 lah dia mendapatkan hidayah dari Allah yang sampai saat ini bisa dipertahankannya dan tak akan dia tukar dengan apapun juga…di Rohis 43 lah dia telah mengubah jalan hidupnya…Ya Allah berikanlah hidayahmu kepada kami…seperti lelaki itu…lelaki yang telah mengubah jalan hidupnya….

Lelaki yang satu ini juga begitu. Dia juga telah mengubah jalan hidupnya. Tanpa disangkanya saat dia masih duduk di kelas dua SMA dia terpilih menjadi ketua Rohis. Dia benar2 terkejut saat itu. Dan dia merasa asing. Saat dia diajak oleh alumni mengikuti sebuah rapat perdananya untuk menyusun kepengurusan dia masih merasa asing. Pikirannya masih sering bertanya-tanya, kenapa dia yang terpilih? Tetapi alumni tak bisa memberikan jawaban yang pasti. Hanya ada satu jawaban baginya, terpilihnya dia menjadi ketua Rohis merupakan hasil keputusan bersama alumni. Dan dia pun menerima saja.

Dulu mungkin tak sedikitpun terbersit dalam benaknya dia akan menjadi ketua Rohis. Mengingat masa-masa remaja yang dilaluinya dengan penuh kesia-siaan. Kongkow bersama teman-temannya merupakan suatu kepastian. Merokok sudah menjadi keseharian. Menggoda wanita, tawuran, minuman keras (walaupun dia hanya pernah meminumnya sekali), tawuran, menjadi aktivitas dia bersama teman2nya. Tapi yang selalu diingatnya, sholat tetap tak lepas juga dari kesehariannya. Hingga menjelang masuk SMA, dia bertekad akan mengadakan perubahan dan berbuat lebih baik lagi bila diterima di sebuah SMA. Dia pun diterima di SMA 43. Rohis menjadi pilihan ekskurnya saat itu, karena mengikuti ekskur di 43 menjadi suatu kewajiban dan dia menilai hanya Rohislah ekskur yang santai. Duduk, mendengarkan, lalu pulang. Maka mulailai dia bergabung dengan Rohis. Dia tetap kongkow bersama teman2nya, tapi tidak merokok lagi karena dia pernah sakit akibat rokok.

Semuanya pun berubah dan tak sama lagi sejak dia terpilih menjadi ketua Rohis. Dia telah mengubah jalan hidupnya. Dia tidak lagi kongkow bersama teman2nya, sepenuhnya dia kongkow bersama anak2 Rohis. Bila dulu jalanan yang menjadi tempat kongkownya maka sekarang Masjid yang menjadi tempat kongkownya. Semua kegiatan Rohis diikutinya dengan baik dan seiring dengan itu pula cahaya Allah semakin tertanam kuat dalam jiwanya. Hingga selepas sekolah, di kampus dia dipercayakan menjadi ketua LDK kembali. Dia juga menjadi pengurus Cabang termuda suatu Partai. Dia aktif mengikuti berbagai macam syuro dan kajian. Semua orang merasa nyaman dan asyik bila bersamanya. Semua orang merasa perlu bantuannya. Saya yang pernah melihat inbox Hp-nya pernah berkomentar, “Ya Ampun akhi, isi sms antum kalo ga dimintain bantuan pasti ada syuro,” Dan dia hanya tersenyum saja. Baginya menghadiri syuro bisa mencegah stagnanisasi pikirannya dan membantu orang lain adalah kewajibannya. Ya Allah, akhi semua saya yang sempat bekerjasama dengannya memang merasakan bahwa dia adalah orang yang baik. Dia pun berkata, “ Ya Akhi, Allah telah memberikan hidayah-Nya yang Mahal pada saya, bukankah sepatutnya saya juga harus terus berdakwah mensyiarkan agama-Nya sebagai balasan kecil dari saya?”. Tak ada lelah pada dirinya yang membuat saya semakin takjub. Seberat apapun medannya, jika suatu acara atau syuro itu dinilainya penting pasti dia akan datang. Dan dia tidak setengah2 dalam syuro ataupun mengikuti acara. Ya Akhi…hidayah itu begitu indahkah? Hingga kau tak mau menukarnya? Ya Allah berikanlah setitik hidayah dari cahaya-Mu…Seperti lelaki ini, sehingga dia telah mengubah jalan hidupnya…

Lelaki ini pun juga punya cerita. Dia juga telah mengubah jalan hidupnya. Dulu dia adalah pemuda yang sangat taat sekali kepada Allah. Semua orang mengenalnya sebagai anak yang sholeh dan alim. Setiap melihat dirinya pasti langsung membayangkan kebaikan pada dirinya. Dia yang menjauhi keharaman dengan tidak pacaran, dia yang menjauhi kemakruhan dengan tidak merokok, dan dia yang sangat bijak sekali dengan petuah-petuahnya yang selalu diberikan kepada teman-temannya. Dia juga gemar membaca Al-Qur’an. Tak jarang matanya akan berkaca-kaca bila sedang membaca Al-Qur’an. Pun sholatnya akan lama sekali karena kekhusu’annya. Tak ada rasanya yang tidak baik pada dirinya. Dia merasa Allah telah memberinya hidayah.

Tapi keputusan Alumni yang tak memilihnya menjadi ketua Rohis mengubah segalanya. Dia menjadi amat sangat kecewa. Semua teman-temannya di Rohis sudah menyangka bahwa dia yang akan menjadi ketua Rohis. Tapi alumni mempunyai keputusan lain. Dan dia merasa perbuatannya selama ini menjadi sia2. Tak lama lelaki ini mengubah jalan hidupnya. Dia tak aktif lagi di Rohis. Teman-temannya melihat dia mulai merokok terang-terangan. Dia pun mulai berpacaran. Kelakuannya menjadi semakin aneh bila ketua rohis terpilih lewat di depannya. Dia telah menghancurkan pondasi keimanannya yang selama ini telah dia bangun. Dia menghancurkannya hanya karena rasa kecewa. Hingga saat ini dia masih terus begitu. Tak ada lagi bening kaca di matanya saat dia membaca Al-Qur’an. Tak ada lagi petuah bijak yang meluncur dari lisannya. Tak ada lagi sosok sholeh dirinya yang dulu. Dan hidayah…mungkin sudah tak tahu kemana perginya. Ya Allah, kenapa hanya dengan rasa kecewa dia rela menukar hidayah yang sudah ada pada dirinya? Jangan jadikan kami seperti dirinya Ya Allah…seperti, lelaki yang telah mengubah jalan hidupnya itu.

Sama juga dengan lelaki ini. Dia dulu terkenal dengan interaksi yang sangat intens dengan Al-Qur’an. Tilawah baginya merupakan kebutuhan sehari-hari seperti layaknya makan dan minum. Dia pun mengikuti bimbingan tahsin di sebuah Masjid terkenal di daerah Bangka. Hingga lulus dia pun melanjutkannya dengan mengikuti program Tahfidz, yaitu program menghafal Al-Qur’an. Setiap ada temannya yang salah dalam membaca Al-Qur’an pasti dia akan mengkoreksinya. Dia juga menjadi orang yang paling galak terhadap teman-temannya yang terlambat datang ke pengajian. Dia yang selalu mengingatkan teman2nya untuk tetap berdoa pada Allah agar jangan menukar hidayah dengan apapun jua. Dia yang sering mengajak teman-temannya untuk sholat tepat waktu. Dia yang dianggap paling alim oleh teman-temannya…

Tak disangka dan terduga, kejumudan kemudian datang kepadanya. Dia mulai memberikan banyak alasan untuk tidak datang pengajian. Saat membaca Al-Qur’an terasa ingin selalu cepat2 selesai. Kursus tahfidznya terbengkalai sehingga terpaksa ditunda. Dia pun mulai sering terlihat memakai celana yang memperlihatkan auratnya. Dia juga pernah terpergok sedang naik motor memboncengi seorang perempuan yang sangat diyakini perempuan itu bukan muhrimnya. Hingga saat itu pun tiba juga. Saat tanpa alasan yang jelas dia tidak menghadiri pengajian lagi. Dia selalu menghindar bila bertemu dengan teman-teman satu pengajiannya. Dia tak pernah membalas sms teman2nya yang menanyakan ketidakhadirannya dalam pengajian. Dia yang tiba2 sulit untuk dihubungi. Dia yang kepergok sedang berduaan dengan perempuan di rumahnya dengan jarak yang sangat dekat. Dia yang berani memakai celana yang memperlihatkan aurat di depan umum. Dia yang…dan hidayah itu seolah menguap dari dirinya. Walaupun memang dia tidak meninggalkan sholat, tapi dia telah meninggalkan dunia dakwah yang dulu sempat dia jalani. Dia tidak ingin aktif di suatu wadah manapun juga. Dia yang berkata, “ Saya hanya ingin menjadi orang biasa saja…”. Orang biasa seperti apa? Orang biasa yang tidak mendapatkan hidayah? Ya Allah, kenapa hidayah itu bisa hilang pada dirinya? Ya Allah jangan kau ambil hidayah pada diri kami seperti lelaki yang telah mengubah jalan hidupnya itu…

Dan masih banyak lagi cerita tentang lelaki yang telah mengubah jalan hidupnya…

Lelaki yang mengubah jalan hidupnya untuk mendapatkan cahaya ataupun lelaki yang mengubah jalan hidupnya untuk meninggalkan hidayah…

Ya Akhi, semuanya adalah antum yang memutuskan. Allah telah memberi sarananya. Allah hanya menyediakan jalannya. Kita lah yang suatu saat harus menentukan dan memilihnya.

Ya akhi, janganlah kita tukar hidayah yang sudah kita dapat dengan apapun jua. Sekalipun itu dengan gunung emas. Hidayah tak ada kesempatan keduanya akhi. Hidayah terlalu mahal untuk ditukar dengan apapun. Dan Allah telah berfirman bahwa Allah hanya memberikan hidayah bagi yang Dia kehendaki saja.

“ Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah Memberi Petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. “

(QS. Al-Qashash ayat 56)

Ya Akhi, bila kita belum mendapatkan hidayah, maka berdoalah dengan sungguh2 kepada Allah. Karena hanya Dialah yang bisa memberikannya. Jika kita layak maka Dia akan memberinya tapi bila tidak semoga Allah telah menyusun rencana yang baik untuk diri kita. Pun jika hidayah sudah ada pada diri kita, pertahankanlah sekuat dan semampu dirimu. Hidayah yang telah kita dapatkan masih bisa hilang jika kita tidak menjaganya dengan baik. Hilang bila kita kembali kepada kemaksiatan yang pernah kita lakukan dulu.

Ya Akhi, dunia ini indah menipu. Semua orang memang ingin meraihnya, tetapi semua manusia yang mendapatkan dunia adalah suatu kesemuan. Seolah kita memang meraih segalanya, tapi percayalah bahwa semua itu adalah fatamorgana di mata Allah. Dunia tak lebih dari wanita tua yang berdandan dengan cantik. Jangan kita tertipu akhi.

Ya Akhi, jadilah lelaki yang mengubah jalan hidupnya. Tapi mengubahnya menuju kebaikan bukan keburukan. Tukarlah segala apa pun yang kau punya dengan hidayah Allah. Sekalipun orang2 menilai kau sudah tidak punya apa2 lagi, tapi sesungguhnya kau masih mempunyai Allah. Dialah yang Maha Mempunyai segalanya. Ya akhi jadilah lelaki itu…

Wajah2 di foto itu pun terasa memberikan sensasi lain di hati saya. Saya menghitungnya. Dari sekian banyak wajah2 penuh cahaya itu hanya segelintir orang saja yang bisa terus mempertahankan hidayahnya. Rasa itu makin menusuk hati saya. Rasa kehilangan teman seperjuangan dan rasa bangga terhadap mereka yang bisa mempertahankannya.

Ya Allah, berikanlah hidayah kepada kami yang belum mendapatkannya dan bantulah kami menjaga hidayah ini bagi kami yang telah mendapatkannya. Karena hanya Engkaulah Tuhan tempat segala pinta dan harap berkumpul……

Robbanaa La tuzigh kuluubanaa ba’da idzhadaytanaa wa hablana milladunka rohmatan innaka antal wahhaab

“ (Mereka berdoa), “Ya Tuhan Kami, jadikanlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau Beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari Sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (Karunia).”



Jakarta, 15 Jan. 06, 23.29 wib ditemani nasyid NM

Saat mengenang seorang sahabat…

No comments:

FriendsterCode.Net, Free Friendster Code Resource, Friendster skins and Profile Customization,Create your own custom glitter text only with http://www.friendstercode.net/ - Image hosted by ImageShack.us