Friday, May 4, 2012

"AKU SHOLAT KARENA TAKUT SAMA KUCING"


Adzan Maghrib baru saja berkumandang. Aku baru tiba di rumah setelah seharian berkelana di luar. Motor Spacy-ku kuparkir di depan rumah dan segera masuk ke dalam rumah. Sayang sekali akhirnya aku tidak bisa ikut sholat berjama'ah di masjid dekat rumahku.

Aku masuk ke dalam rumah dan kutemui keponakan kecilku yang kerap kupanggil Bolina sedang bersiap ingin sholat dengan mukena warna oranye nya. 

"Subhanallah, mau sholat maghrib ya dek?" ujarku. Dia hanya mengangguk saja. Aku mencubit pipinya dan menciumnya.

Bolina segera bergegas sholat tapi aku segera berondong dengan pertanyaan-pertanyaan.

"Adek, kok tumben mau sholat sih?" tanyaku, yang belakangan kusadari bahwa pertanyaan seperti ini tidak boleh seharusnya dilontarkan.

"Iya dong," ujarnya sekenanya.

"Emang kenapa adek mau sholat?" tanyaku lagi.

" Aku sholat karena takut sama kucing," katanya lagi.

Aku keheranan sendiri. Kakak si Bolina yang mendengar dialogku langsung tertawa. Setelah itu Bolina langsung sholat membiarkan aku masih bertanya-tanya sendiri.

Belakangan aku baru tahu dari ibuku kalau di rumah kami sedang sering kemasukan kucing dari atas rumah kami yang langsung masuk ke dalam kamarku. Dan kucing itu telah berhasil mencuri beberapa ikan yang ada di atas meja makan. Hal ini tentu saja membuat Bolina yang sedikit agak penakut itu jadi takut. Jawaban ketika kutanya kenapa dia sholat menjadi jawaban yang sedikit masuk akal bagiku.

Beberapa hari setelah dialog itu, aku selalu memperhatikan Bolina selalu melaksanakan sholat bila adzan sudah mulai berkumandang. Dia akan meninggalkan segala aktivitas yang sedang dilakukannya dan bersegera untuk berwudhu.Itu dia lakukan mulai dari sholat Subuh hingga Isya.

Ternyata baru aku ketahui bahwa di sekolahnya sedang ada pelatihan sholat sejak dini. Dia sendiri adalah salah seorang murid TK B di sebuah TK Islam tak jauh dari rumahku. Subhanallah, hampir semua jadwal waktu sholat yang tertera di bundel kertas itu berisi contrengan dia. Aktivitas barunya, usai sholat lima waktu dia akan mencari bundel kertas itu dan mencontrengnya. Membuat aku berdecak kagum dibuatnya.

Ah, aku jadi malu pada diri sendiri. Belakangan ini aku sering sekali ketinggalan sholat berjama'ah. Entah itu karena masih di atas kendaaran atau sedikit lelah yang mendera tubuh. Bagaimana bisa aku yang mengaku sebagai bagian barisan dari da'i  justru kalah semangat dengan ponakan kecilku itu.

Entahlah, Allah selalu mempunyai cara tersendiri untuk menegur diriku yang mulai lalai sholat lima waktu. Dulu ada Fadhil yang dengan deraian air matanya menyadarkan aku untuk sellau sholat berjama'ah. Sekarang Bolina dengan kepolosannya menyadarkanku untuk sholat tepat waktu.

Ya, sholat, sebuah amal ibadah yang akan ditanya langsung oleh Allah pada hari kiamat nanti. Maha amalan yang menjadi penentu kita masuk ke dalam surga atau singgah di dalam neraka. Sebuah amalan yang terlihat ringan namun berat untuk dilaksanan. Padahal sholatlah tempat kita bersua paling indah dengan Allah setelah bekerja sekian panjang. Tempat kita berbincang-bincang dengan-Nya, mencurahkan segala penat, keluh dan kesah yang kadang bagi kita terasa bertumpuk-tumpuk menghimpit rongga dada dan membebani pundak kecil kita. Sholatlah yang membuat iman kita menjadi kuat kembali dan bertambah lagi layaknya kita men-charge sebuah baterai HP yang nyaris mati lalu sholat menyempurnakannya menjadi full. Sholat-lah yang menentukan ketaqwaan kita dimata Allah. Dan dia juga yang bisa mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.

Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar (Al-Ankabut : 45)

Dan tersungkurlah aku di kaki-kaki Sang Maha Besar. Lumpuh dari kesombongan dan kenistaan diri. Meratap malu di tengah segunung aib-ku yang menjulang tinggi. Tapi masih bisa kurasakan tatapan lembut-Nya, memelukku erat dan membiarkanku tersedu. Melangkah seribu pada saat aku hanya selangkah saja. Tak bisa dipungkiri bahwa aku masih membutuhkan sholat dan juga diri-Nya. Ah, lagi... berlari aku mengejar amalan-amalanku.

Sekarang setiap kali melihat Bolina sholat, maka aku terpacu untuk sholat juga. Kadang anak kecil pun bisa membuka matamu lebar-lebar dan menyuruhmu menyungkur di hadapan Tuhanmu. Dan acapkali aku terasa malas untuk sholat, maka ucapan Bolina seolah terngiang di telingaku, "Aku sholat karena takut sama kucing,".

La Hawla Wala Quwwata Ila Billah...

Berjalan kita di atas bumi sambil membuka mata dan mengambil setiap pelajaran yang ada***(yas)


My office, 25th April 2012
15.13 pm
Kangen berjuta rindu untuk krucil-krucilku (darrel, hanif, rakha, aulia, batari, oi, rafli, bollina, raihan, raisa, muthia, harsya, dll)

Wednesday, August 10, 2011

Wednesday, July 6, 2011

ELEGI SEBUAH KAMAR

Dari dulu aku paling suka benah-benah kamar. Putar-putar lemari, angkut-angkut buku, rapihin baju-baju, menaruh foto, menempel jadwal, dll. Entah mengapa kalau suasana udah bosen di kamar dan mood sedang bagus (pastinya semua tergantung pada si mood-mood nih) langsung deh sifat impulsif ku keluar untuk bebenah. Biasanya aku memerlukan waktu setengah harian untuk memindah-mindahakan segala macam hal yang ada di kamarku. Tapi yang terpaling rempong buku-buku deh kayaknya. Karena setiap bulan koleksi bukuku pasti bertambah dan bertambah yang mengakibatkan lemari bukuku gak cukup lagi untuk meloading buku-buku baru. Alhasil, di setiap space yang kosong di ruangnku pasti kuselipkan buku-buku. So, ramailah kamarku dengan buku-buku yang bertebaran.

Mommy ku (begitu biasanya aku memanggil emakku, biar gaya dikit :)) dulu pernah marah-marah gara-gara ruang atas yang bersebelahan dengan kamarku kutaruh bertumpuk2 majalah Annida, Sabili, dan Tarbawi.

" Buang aja napa sih tuh buku, udah berantakan, bikin sarang tikus aja!" kata-kata sakti inilah yang selalu keluar dari mulut mommyku kalau udah ngomel.

Lagian si mommy emang gak bisa ngeliat buku nganggur sedikit, bawaannya pengen buang aja. Padahal di samping buku2ku juga banyak benda-benda perabot si mommy yang bikin tikus juga seneng bikin arisan disitu. Giliran aku yang bales,

"kalo gitu, barang-barang yang di samping buku juga dibuang2in ya..." yang ada sendal jepit langsung melayang ke kepalaku. Pleeetaaaakkkkk!!!!

Ih dasar si mommy emang suka gak adil gitu deh...hehehe...
Balik lagi ke kamarku ya...
Sebagai lelaki (apa benar ya aku lelaki?) aku adalah orang yang palinggak suka melihat kondisi berantakan dan kotor. Ada hadits kan yang bilang :

Kebersihan sebagian dari Iman

Nah jadinya kalau kamarku berantakan aku pasti gak sabar untuk segera membenahi. Ada ponakan-ponakanku masuk ke kamar dan membuat sprei di kasurku berantakan langsung aku benahin. Pokoknya aku gak nyaman deh kalau hal-hal yang menyangkut pribadiku itu terlihat kotor. Meja kerjaku juga harus rapi. Tas ku juga harus rapi dalamnya. Semua yang ada di kamarku harus the right things on the right place. Jadi rapih adalah salah satu keseharianku.

Di tempat lain juga begitu. Aku paling tidak nyaman kalau berada di ruangan yang kotor dan berantakan. Masjid almamaterku sekolah dulu di SMA seringkali kudapati berantakan, lalu sebisa mungkin aku benahi. Dulu waktu aku kelas 3 SMA, aku pernah juga membersihkan kelas seorang diri sampai kelas itu menjadi bersih. Intinya aku tuh demen banget dengan yang namanya bersih-bersih.

Tapi jangan ditanya kalau sedang dateng malas. Ples malas datang, deadline menumpuk, yang ada naro apa2 di kamar sembarangan aja. Tapi tetep kok dirapihin nantinya. Mandi aja aku bisa sampe 30 menit loh....(hahaha...perilaku gak bagus bangga). Abis bener2 mendalami hadits itu sih (jiahhh...ngaku2 doang).

Ya udah, sekarang let's check my room before and after :


Super duper berantakan kan?


Masih mikir, gimana layout yang bagus

Dan sekarang inilah hasilnya....Taaaarrrraaaaaaa......!!!!!!



Rapih kan?? (Awas kalo bilang gak...)


Simple, paddat dan yang penting bersih


So, yuk kita jaga kebersihan di kamar dan diri kita. Ada sekutip nasyid bagus nih tentang kebersihan :

Dengarlah wahai teman-temanku
Satu pesanan untuk semua
Mari bersama menjaga kebersihan
Itu sifat orang bertakwa

Rasulullah telah bersabda
kebersihan itu lambang keimanan
Mari bersama kita mengamalkan
Supaya hidup kita bahagia

Bersihkan lahirmu dalam semua perkara
Semoga kita sehat sejahtera
Bersihkan batinmu dari segala dosa
supaya hidup kita terpelihara

Ingatlah teman teman semua
kebersihan batin itu yang utama
sebagai syarat amalan diterima
mari bersama kita usahakannya


Ini link untuk download lagunya :

http://www.4shared.com/audio/0QVrcl8V/Soutus_Sofwa_-_Kebersihan.htm

HAVE YOU EVER HEARD THIS COUNTRY??


Sebuah negara mendapatkan kemerdekaannya pada tanggal 15 Agustus 1945. Dua hari sebelum Indonesia meraih kemerdekaan. Sebelum merdeka, negara ini menjadi koloni negara lain selama 36 tahun. Pada tahun 1950 negara ini hancur berkeping-keping karena pecahnya perang saudara. Pada tahun 1950-an, pendapatan nasional negara ini hanya USD 50 dan menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

Jendral McArthur dari Amerika berkata “Butuh 100 tahun untuk negara ini pulih dari perang saudara”. Salah satu koran inggris menyatakan “Lebih baik berharap ada bunga yang tumbuh dari tumpukan sampah daripada berharap negara ini bangkit”. Yang sudah melalui 36 tahun jadi koloni dan perang saudara.

Pada tahun 1960-an pendapatan Ghana dan Filipina saja sudah melampaui di USD 100 dan USD 200. Sedangkan pendapatan nasional negara ini baru di USD 67. Sudah pernah mendengar tentang negara ini? Negara ini pada akhirnya menjadi satu-satunya negara dimana pendapatan negara naik hingga 380 kali dan GDP naik hingga 750 kali dalam waktu hanya 50 tahun setelah perang saudara. Negara ini mendapatkan bantuan dari komunitas internasional pada tahun 1960-an sebagai negara yang membutuhkan bantuan dan pada tahun 1996 menjadi anggota dari komunitas internasional (OECD) itu sendiri.

Pada tahun 2010, pendapatan nasional negara ini sudah melewati angka USD 20.000 dan menjadi rangking ke-10 ekonomi terkuat di dunia. Negara ini berubah dari negara yang membutuhkan bantuan menjadi negara yang memberikan bantuan. Dari 140 negara yang mendapatkan kemerdekaan setelah perang dunia kedua, negara ini menjadi satu-satunya negara yang berhasil mencapai demokrasi dan industrialisasi secara bersamaan. Sekarang negara ini menjadi negara rangking ketiga dalam mengirimkan pekerja relawan ke luar negeri.

Pada tahun 2007 Goldmann Sachs Group menyatakan bahwa “GDP negara ini akan mencapai USD 814 Milyar dan merupakan rangking 11 tertinggi di dunia dan pada tahun 2025 akan menjadi rangking ke 9 negara terkuat di dunia. Pada tahun 2050, GDP per orang negara ini akan mencapai USD 81.000. Itu artinya GDP-nya akan menyalip Jepang dan Jerman dan menjadi rangking kedua setelah Amerika Serikat”.

Negara ini adalah Republik Korea Selatan.


source: http://indonesiasetara.org/apakah-anda-pernah-dengar-tentang-korea/

Tuesday, July 5, 2011

OH...TURKEY!! (I WANT TO GO THERE...*SCREAM)

Ini sekilas tentang info pariwisata di Turki. Kalau udah liat video ini pasti jadi tambah kepengen kesana. And gak bosen puter terus menerus sampe mata jadi juling...hehehe...

Check this out!



FriendsterCode.Net, Free Friendster Code Resource, Friendster skins and Profile Customization,Create your own custom glitter text only with http://www.friendstercode.net/ - Image hosted by ImageShack.us